Friday, June 18, 2004

equilibrium

Memang seharusnya kita berjalan-jalan ke tempat-tempat yang asing, seperti apapun itu. Terkadang, karena itu perlu. Harus ada waktu untuk meninggalkan kebun kecil kita; menyelipkannya di ceruk kecil bagian belakang kepala, karena tempat yang lebih besar disiapkan untuk mengalami hal-hal baru di tempat-tempat itu. Kita perlu berjalan-jalan untuk sadar [kedengarannya kasihan, tapi brengseknya, memang begitu]. Terlalu lama di kebun milik sendiri bisa membuat mabuk dan lupa diri; membuat terlalu bangga atau mengutuki diri dengan panjang dan lama yang tanpa kira-kira. Setelah berjalan-jalan, kurasa kita akan lebih imbang. Karena di situlah intinya. Semuanya adalah equilibrium. Sebagus apapun, sejelek apapun. Bagus itu tampak karena jelek juga hadir. Berterima kasihlah pada yang gila dan kegilaan [aku? kamu?], karena yang tak gila jadi nyata [entah siapa]. Dan hmm...jangan terlalu mengutuki setan, karena tanpa dia kita mungkin tak butuh Tuhan.

-setelah membaca laporan pandangan mata Mom akan 2 pertunjukan teater di Sydney-

Berita Kelahiran

Ketika bumi berputar biasa-biasa saja, di suatu sore, tempat kehidupan singgah sebelum ke neraka atau surga, dan keisengan hinggap di kepala bagai gula-gula kapas, jari-jari menyentuh dengan lembut, berinteraksi, berkolaborasi, berkontraksi, dan Nah! lahirlah blog ini.
Mom, ini salahmu!