equilibrium
Memang seharusnya kita berjalan-jalan ke tempat-tempat yang asing, seperti apapun itu. Terkadang, karena itu perlu. Harus ada waktu untuk meninggalkan kebun kecil kita; menyelipkannya di ceruk kecil bagian belakang kepala, karena tempat yang lebih besar disiapkan untuk mengalami hal-hal baru di tempat-tempat itu. Kita perlu berjalan-jalan untuk sadar [kedengarannya kasihan, tapi brengseknya, memang begitu]. Terlalu lama di kebun milik sendiri bisa membuat mabuk dan lupa diri; membuat terlalu bangga atau mengutuki diri dengan panjang dan lama yang tanpa kira-kira. Setelah berjalan-jalan, kurasa kita akan lebih imbang. Karena di situlah intinya. Semuanya adalah equilibrium. Sebagus apapun, sejelek apapun. Bagus itu tampak karena jelek juga hadir. Berterima kasihlah pada yang gila dan kegilaan [aku? kamu?], karena yang tak gila jadi nyata [entah siapa]. Dan hmm...jangan terlalu mengutuki setan, karena tanpa dia kita mungkin tak butuh Tuhan.
-setelah membaca laporan pandangan mata Mom akan 2 pertunjukan teater di Sydney-

2 Comments:
This comment has been removed by a blog administrator.
Tiada Hitam Tiada Putih... ^^
Is Mom in Sydney Meilinda?
Nana,
Mei's Sis (if you still remember)
Post a Comment
<< Home