Kembali
Kembali
menapak di kenyataan. begitu tidak nyaman.
mengingat hidupmu, kisahmu, pekerjaanmu,
segala yang biasa, semua yang tertunda.
abu-abu yang memeluk semesta.
meninggalkan cahaya yang berpendar, berkerlip,
meriah di belakang.
tak mampu menolak ketika semuanya bergerak
menjadi siluet perlahan.
magnet besar di bawah kedua kakimu,
menyeret kepada jalurmu.
kutukmu.
--untuk kembali ke surabaya, selepas dari negri jiran--
[c. 102;15 Juli 2004, 16:20]

0 Comments:
Post a Comment
<< Home